Berdasarkan Pasal 29 Pasal Ayat (1) Huruf c PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.21/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2020 TENTANG PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA PEMEGANG IZIN, HAK PENGELOLAAN, HUTAN HAK, ATAU PEMEGANG LEGALITAS PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU disebutkan bahwa dalam hal pemegang IUPHHK-HTI memperoleh S-PHPL (Sertifikat Pengelolaan Hutan Produksi Lestari)dengan predikat BAIK dan telah melakukan tata kelola kubah gambut, dilakukan penilikan 1 (satu) kali setiap 24 (dua puluh empat) bulan.

Hasil Penilaian Kinerja PHPL PT GNJ dan PT GCL Tahun 2020

Berdasarkan hasil penilaian kinerja akhir PHPL tahun 2020 yang dilakukukan pada saat audit penilikan (surveillance ketiga) tanggal 23 s/d 26 Nopember 2020 (PT GNJ) dan 27 & 30 Nopember 2020 dan 1 s/d 2 Desember 2020 (PT GCL) baik di PT GNJ maupun PT GCL kinerja PHPL dikedua HTI tersebut adalah masuk kategori Baik dengan semua verifier SVLK Mememnuhi.

Areal kerja PT GNJ dan PT GCLberdasarkan Peta Tanah Tinjau Gorontalo Skala 1 : 250.000 Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat Bogor, menujukkan bahwa tanah di PT GNJ adalah tanah mineral (mineral soil) bukan tanah gambut (peat soil) yang terdiri atas jenis tanah Alluvial, Glei, Laterita, Kambisol, Laterit dan Podsolik, sedangkan jenis tanah di PT GCL terdiri atas Alluvial, Gleisol, Kambisol, Mediteran dan Podsolik.

Waktu Penilikan di PT GNJ dan PT GCL Apakah Dilakukan 1 (Satu) Kali Setiap 2 (Dua) Tahun atau 1 (Satu) Kali Setiap 1 (Satu) Tahun ?

Berdasarkan Ketentuan Peralihan Pasal 38 Huruf c PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.21/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2020 ini disebutkan bahwa sertifikasi atau penilikan (surveillence) yang sedang dalam proses sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini, tetap diproses dan disesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini. PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.21/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2020 diundangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1261 pada tanggal 2 Nopember 2020.

Dikaitkan dengan waktu diundangkannya Permenlhk yaitu tanggal 2 Nopember 2020 maka hasil audit penilikan ketiga PHPL di PT GNJ dan PT GCL yang telah dilaksanakan setelah diundangkannya PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.21/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2020 adalah terikat kepada ketentuan Permenlhk ini. Memperhatikan hal tersebut di atas maka waktu audit penilikan PHPL di PT GNJ dan PT GCL adalah dilakukan 1 (satu) kali setiap 2 (dua) tahun. Hal tersebut tentunya harus dibicarakan dengan PT TUV Rheinland Indonesia sebagai LP-PHPL yang melakukan audit/menerbitkan S-PHPL PT GNJ dan PT GCL.