Sejarah Pengelolaan

Kedua konsesi hutan tanaman industri  GCL dan GNJ memiliki sejarah cukup panjang dari sisi fungsi hutan, pada awalnya kedua konsesi merupakan bekas konsesi pengusahaan hutan alam PT. Inemexintra ( SK  No. 426/Kpts-II/91  mulai beroperasi sekitar tanggal 19-Juli-1991) dan PT.Centralindo Panca Sakti ( SK No. 663/Kpts-II/92 mulai beroperasi tanggal 30-Juni-1992).

Kedua perusahaan merupakan perusahaan yang mendapatkan hak pengelolaan hutan alam dalam bentuk Hak Pengusahaan Hutan (HPH).  Selama periode pengelolaan hutan, kedua unit pengelola melakukan pengelolaan hutan berdasarkan sistem silvikultur tebang pilih atau biasa disebut Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI). Namun pengelolaan yang kurang baik menyebabkan kedua unit pengelolaan hutan ini berakhir sebelum habis masa konsesinya.

Diawal tahun 2000an kedua unit pengelolaan hutan di tutup oleh kementrian kehutanan Republik Indonesia, sampai pada tahun 2013 ada izin pembukaan wilayah hutan untuk dua unit pengelolaan hutan tanaman industri PT. GCL dan PT. GNJ.  Dalam rentang waktu antara antara tahun 2000 sampai 2013 kedua konsesi ini tidak ada pengelolaannya sehingga kawasan hutan yang saat ini menjadi konsesi dua unit pengelolaan hutan tanaman, terjadi berbagai kegiatan ilegal seperti penyerobotan lahan untuk pertanian, perkampungan, penambangan dan penebangan hutan.

Hasil dari kegiatan tersebut dapat dilihat pada kondisi tutupan hutan dari tahun 1997 sampai 2015 (Gambar 1, 2 dan 3).

 

landsat-1997

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 1.   Peta penutupan lahan di areal konsesi GCL dan GNJ tahun 1997


landsat-2002
Gambar 2.   Peta penutupan lahan di areal konsesi GCL dan GNJ tahun 2002



landsat-2015
Gambar 3.   Peta penutupan lahan di areal konsesi GCL dan GNJ tahun 2015