NKT 5  Tempat dan sumberdaya yang mendasar untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk setempat atau masyarakat adat (misalnya untuk mata pencaharian, kesehatan, gizi, air), yang teridentifikasi melalui keterlibatan penduduk atau masyarakat adat tersebut.

 

NKT 5 adalah situs dan sumber daya yang fundamental dalam memenuhi kebutuhan dasar bagi masyarakat lokal atau masyarakat adat yang diidentifikasi melalui keterlibatan dengan komunitas atau masyarakat (Brown, et.al, 2013).

Berdasarkan hasil identifikasi NKT 5 yang berkaitan dengan kebutuhan dasar tersebut antara lain karbohidrat, protein hewani, sayuran dan buah-buahan, air bersih, bahan untuk rumah, perahu, mebel dan perkakas, bahan bakar, obat-obatan, pakan hewan dan pendapatan uang tunai adalah sebagai berikut.  

Karbohidrat
Jenis karbohidrat yang dikonsumsi masyarakat desa-desa wilayah kajian pada umumnya adalah beras (nasi) dan sebagian kecil makanan pokoknya masih mengkonsumsi campuran beras dan jagung (nasi jagung).  Jenis karbohidrat lainnya yang banyak ditemukan selama survei lapangan dan potensial untuk dikembangkan adalah tanaman/pohon sagu yang terdapat di lahan-lahan milik masyarakat. Pemanfaatan tanaman sagu oleh masyarakat masih sangat terbatas. Berdasarkan hasil identifikasi dapat disimpulkan bahwa di wilayah desa-desa kajian tidak ditemukan adanya NKT 5 yaitu kawasan yang mempunyai fungsi penting untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat lokal sebagai sumber karbohidrat. Sumber karbohidrat pada umumnya adalah beras dan jagung hasil budidaya di lahan milik.

Protein Hewani
Kebutuhan dasar protein hewani masyarakat desa-desa wilayah kajian pada umumnya adalah ikan dari hasil beli di pasar atau pedagang keliling. Masyarakat hampir setiap hari mengkonsumsi ikan yang bersumber dari ikan laut. Kegiatan mencari ikan di sungai yang dilakukan masyarakat hanya sekedar hobi. Kondisi ikan di sungai sudah jarang atau sedikit karena pada umumnya kondisi sungainya dangkal dan tidak lebar.
Protein hewani dari jenis daging seperti daging ayam, kambing, dan sapi hanya sewaktu-waktu saja dikonsumsi terutama pada saat perayaan hari-hari besar keagamaan dan upacara pernikahan. Masyarakat desa-desa wilayah kajian pada umumnya sudah tidak berburu binatang liar di kawasan hutan.
Berdasarkan hasil identifikasi dapat disimpulkan bahwa di wilayah desa-desa kajian tidak ditemukan adanya NKT 5 yaitu kawasan yang mempunyai fungsi penting untuk pemenuhan kebutuhan dasar protein hewani masyarakat lokal.

Vitamin Buah dan Sayuran
Kebutuhan dasar vitamin buah-buahan dan sayuran masyarakat desa-desa wilayah kajian pada umumnya dipenuhi dari beli di pasar mingguan, pedagang keliling dan hasil budidaya di pekarangan rumah, kebun atau ladang. Masyarakat pada umumnya sudah tidak memanfaatkan kawasan hutan dalam memenuhi kebutuhan dasar akan buahan-buahan dan sayuran.
Berdasarkan hasil identifikasi dapat disimpulkan bahwa di wilayah desa-desa kajian tidak ditemukan adanya NKT 5 yaitu kawasan yang mempunyai fungsi penting untuk pemenuhan kebutuhan dasar buah-buahan dan sayuran masyarakat lokal.

Air Bersih
Kebutuhan dasar air untuk air minum dan MCK pada umumnya bersumber dari sungai dan mata air. Alternatif lain sumber air adalah sumur gali, tetapi masih sedikit masyarakat yang memiliki sumur gali karena perlu biaya yang cukup mahal untuk membuat sumur gali atau sumur bor. Sumber air yang digunakan untuk minum oleh masyarakat desa-desa wilayah kajian dari sungai dan mata air pada umumnya dialirkan melalui pipanisasi (PAM Simas atau PDAM).  Berdasarkan hasil identifikasi dapat disimpulkan bahwa di wilayah desa-desa kajian ditemukan adanya NKT 5 yaitu kawasan yang mempunyai fungsi penting untuk pemenuhan kebutuhan dasar air masyarakat lokal, yaitu sungai dan mata air.

Bahan-bahan
Kayu Bahan Bangunan Rumah, Perahu dan Meubel
Kondisi rumah masyarakat desa-desa wilayah kajian pada umumnya sudah terbuat dari dinding tembok dan lantai keramik, tetapi bagian kusen, pintu, jendela dan atap masih banyak menggunakan bahan kayu.  Jenis-jenis kayu yang umumnya digunakan adalah nantu, cempaka, linggua, kayu besi, keraja/momala, cina, bugis, agatis, pelapi, nyatoh, meranti, jati dll. Kebutuhan kayu bahan bangunan rumah pada umumnya hasil beli di toko bangunan atau sawmill. Masyarakat masih ada yang mencari kayu bahan bangunan di kawasan hutan negara dan areal konsesi GCL dan GNJ, tetapi sifatnya illegal (illegal logging).  Berdasarkan hasil identifikasi dapat disimpulkan bahwa di wilayah desa-desa kajian tidak ditemukan adanya NKT 5 yaitu kawasan yang mempunyai fungsi penting untuk pemenuhan kebutuhan dasar kayu bahan bangunan rumah, perahu dan meubel bagi masyarakat lokal, seperti hutan adat atau tanah kas desa yang sifatnya milik masyarakat umum desa tersebut.

Kayu Bahan Bakar Memasak
Masyarakat desa-desa wilayah kajian pada umumnya masih menggunakan kayu bakar untuk bahan bakar memasak, tetapi pada umumnya juga mempunyai kompor gas LPG. Penggunaanya masih banyak menggunakan kayu bakar dibandingkan kompor gas. Jenis-jenis kayu yang digunakan untuk kayu bakar bisa menggunakan sembarang jenis kayu dan ranting-ranting pohon yang sudah kering. Sumber kayu bakar berasal dari hutan sekitar, kebun dan pekarangan rumah dan sebagian kecil masyarakatnya beli dari tetangganya. Berdasarkan hasil identifikasi dapat disimpulkan bahwa di wilayah desa-desa kajian tidak ditemukan adanya NKT 5 yaitu kawasan yang mempunyai fungsi penting untuk pemenuhan kebutuhan dasar kayu bahan bakar memasak bagi masyarakat lokal.

Bahan Pakaian
Kebutuhan dasar akan pakaian, secara keseluruhan masyarakat desa-desa wilayah kajian dipenuhi dari hasil membeli dari ibu kota kabupaten atau penjual yang datang ke kampung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil identifikasi tidak ditemukan adanya NKT 5 yaitu sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar akan bahan pakaian.

Bahan Obat-obatan
Penggunaan tanaman obat terutama yang berasal dari alam atau hutan untuk pengobatan sudah jarang digunakan oleh masyarakat desa-desa wilayah kajian, karena keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang tanaman obat dan penggunaannya serta masyarakat sendiri cenderung tidak berusaha untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan dalam hal tanaman obat. Penanaman tanaman obat (TOGA = Tanaman Obat Keluarga) di pekarangan rumah hanya sekedar menjalankan program pemerintah.  Berdasarkan hasil identifikasi tidak ditemukan adanya NKT 5 yaitu sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar akan obat-obat tradisional atau tempat-tempat ritual pengobatan tradsional. Sumber obat-obatan pada umumnya dari hasil budidaya di pekarangan rumah. Masyarakat sudah sangat jarang memanfaatkan tanaman obat tradisional yang bersumber dari alam atau dan hutan.

Pakan Ternak
Hewan ternak yang dipelihara oleh masyarakat desa-desa wilayah kajian pada umumnya adalah ayam, bebek, itik, kambing dan sapi. Hewan ternak pada umumnya tidak dipelihara dengan sistem kandang dan diberi pakan, tetapi dengan sistem dilepas di pekarangan rumah atau kebun-kebun. Secara khusus tidak ditemukan adanya tempat atau padang penggembalaan yang sifatnya milik masyarakat umum di desa-desa wilayah kajian.

Pendapatan Uang Tunai
Pendapatan uang tunai masyarakat desa-desa wilayah kajian yang berkaitan dengan alam atau hutan di areal konsesi GCL dan GNJ adalah daun woka, pohon aren, dan madu. Jenis-jenis tersebut merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat setempat dan perlu adanya perlindungan dari jenis pohon woka, aren, dan pohon tempat bersarangnya lebah madu. Pendapatan lainnya berasal dari berbagai usaha yang berasal dari perbagai profesi seperti petani, pegawai perusahaan, pegawai negeri sipil, jual beli, jasa dan pedagang.

Situasi yang memenuhi syarat sebagai HCV 5 di PT GCL Ya/Tidak
Akses yang sulit untuk menjangkau pusat kesehatan atau rumah sakit  Tidak
Sebagian besar rumah serta peralatan rumah tangga dibuat dari bahan-bahan tradisional/alami yang sumbernya tersedia secara lokal  Tidak
Terbatasnya / tiadanya infrastruktur air dan listrik  Ya
Masyarakat memiliki kapasitas yang rendah untuk mengakumulasi kekayaan (hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari) Ya
Pertanian dan peternakan dilakukan dalam skala kecil atau subsisten Ya
Hadirnya masyarakat adat yang berburu dan meramu Ya
Hadirnya pengembala permanen atau nomaden Ya
Berburudan/atau menangkap ikan sebagai sumber penting protein dan penghasilan  
Makanan yang didapatkan dari alam liar merupakan bagian besar dari diet, baik sepanjang tahun atau hanya pada musim-musim yang kritis  Ya

Delineasi NKT 5

Kawasan yang masuk dalam kriteria NKT 5 di dalam konsesi GCL dan GNJ adalah kawasan yang ada dipinggir sungai atau sempadan sungai serta sumber-sumber air alami. Perkiraan luas kawasan hutan dan ekosistem lain yang masuk dalam kategori NKT 5 adalah 2.539,44 Ha.  Penyebaran lokasi teridentifikasi NKT 5 di dalam wilayah kajian kawasan bernilai konservasi tinggi di areal PT GNJ dan PT GCL sebagaimana Gambar 5 di bawah ini.

nkt-5

 

Gambar 5. Peta Lokasi Sebaran NKT 5 di Dalam Wilayah Kajian Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi Areal PT GNJ dan PT GCL