logognj
Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pda Hutan Tanaman (IUPHHK-HT)
SK Menhut No.610/Menhut-II/2011 Tgl. 25 Oktober 2011
Luas Areal 29.750 Hektar

 

KOMITMEN PRAKTEK PENGELOLAAN HUTAN SKEMA FSC®

Seluruh Jajaran Manajemen IUPHHK-HT PT Gema Nusantara Jaya, mulai dari Top Management, Middle Management, Lower Management sampai Operator Pelaksana di lapangan berkomitmen untuk melaksanakan praktek pengelolaan hutan areal kerja IUPHHK-HT PT Gema Nusantara Jaya memenuhi Prinsip dan Kriteria Forest Stewardship Council (FSC®).


 

Prinsip 1

Kepatuhan terhadap hukum dan prinsip-prinsip FSC® Pengelolaan hutan harus menghormati seluruh perundangan yang berlaku di Indonesia, dan perjanjian-perjanjian international yang telah ditandatangani oleh Negara Indonesia, dan mematuhi seluruh prinsip-prinsip dan kriteria-kriteria FSC®.

Prinsip 2

Hak Penggunaan dan Penguasaan/Pemanfaatan Lahan Serta Kewajibannya Hak penggunaan dan hak pemanfaatan dalam jangka panjang terhadap lahan dan sumberdaya hutan harus secara jelas ditentukan, didokumentasikan dan ditetapkan secara legal.

Prinsip 3

Hak-Hak Masyarakat Adat Hak-hak hukum dan hak-hak adat dari masyarakat asli atau adat untuk memiliki, memanfaatkan, dan mengelola lahannya, wilayahnya, dan sumberdayanya harus diakui dan dihormati.

Prinsip 4

Hubungan Komunitas (dengan masyarakat) dan Hak-Hak Pekerja Kegiatan-kegiatan pengelolaan hutan harus memelihara dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial dalam jangka panjang dari para pekerja hutan dan masyarakat lokal.

Prinsip 5

Manfaat/Keuntungan dari Hutan Aktifitas pengelolaan hutan harus mendorong penggunaan yang efisien atas produk dan jasa dari keragaman hutan untuk menjamin keberlanjutan ekonomi dan cakupan terhadap lingkungan dan manfaat sosial.

Prinsip 6

Dampak Lingkungan Pengelolaan hutan harus memelihara keanekaragaman biologi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi sumberdaya air, ekosistem-ekosistem yang rawan dan unik, tata ruang, dan dengan sepenuhnya melakukan pemeliharaan fungsi-fungsi ekologi dan intergritas hutan.

Prinsip 7

Perencanaan Manajemen Suatu perencanaan manajemen - pada skala dan intensitas kegiatan yang tepat - harus disusun, diimplementasikan dan selalu diperbaharui. Tujuan pengelolaan dalam jangka panjang, dan bagaimana hal tersebut bisa dicapai harus dinyatakan secara jelas.

Prinsip 8

Pemantauan dan Penilaian Pemantauan harus dilakukan - pada skala dan intensitas pengelolaan htuan yang tepat - untuk menilai kondisi hutan, hasil hutan, sistem penelusuran kayu, kegiatan-kegiatan manajemen dan dampak-dampak sosial dan lingkungan.

Prinsip 9

Pemeliharaan Terhadap Hutan Yang Memiliki Nilai Konservasi Tinggi Kegiatan manajemen di dalam hutan yang memiliki nilai konservasi tinggi harus memelihara dan meningkatkan atribut-atribut dari hutan tersebut. Penetapan hutan-hutan yang memiliki nilai konservasi tinggi harus selalu dipertimbangkan dalam konteks pendekatan terhadap pencegahan.

Prinsip 10

Hutan Tanaman Hutan harus direncanakan dan dikelola sesuai dengan Prinsip 1-9, dan Prinsip 10 dan kriterianya. Sementara hutan tanaman dapat memberikan serangkaian manfaat sosial dan ekonomi dan dapat memenuhi kebutuhan dunia akan produk hutan, hutan tanaman tersebut harus melengkapi pengelolaan untuk mengurangi tekanan terhadap hutan serta mendukung upaya pemulihan dan konservasi hutan alam.