Sistem Silvikultur

Mempertimbangkan kondisi biofisik areal areal IUPHHK-HTI PT.Gema Nusantara Jaya, khususnya penutupan lahan yang telah terfragmentasi menjadi lebih dari dua tipe penutupan lahan, serta hutan sekunder yang telah mengalami degradasi, maka sistem silvikultur yang akan diterapkan adalah Multi Sistem Silvikultur dengan tujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas kawasan hutan.

Multi sistem silvikultur yang dimaksud adalah dengan menerapkan 2 sistem silvikultur pada areal IUPHHK-HTI PT. GNJ yaitu sistem silvikultur Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (THPB) dan sistem silvikultur Tebang Jalur Tanam Indonesia (TJTI).

Kedua sistem silvikultur ini diterapkan di semua areal efektif dengan melihat kondisi tutupan lahan pada saat penyiapan lahan. Areal dengan tutupan Non Hutan (belukar muda dan semak, belukar tua, tanah terbuka, dan pertanian campuran) diterapkan sistem silvikultur Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (THPB), sedangkan areal dengan tutupan Berhutan (hutan lahan kering sekunder terdegradasi) akan diterapkan sistem silvikultur Tebang Jalur Tanam Indonesia (TJTI) dengan tetap mempertahankan tegakan asli berdiameter 40 cm up.