Rencana Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan 

Pemberdayaan masyarakat desa sekitar, idealnya harus didahului dengan studi mengenai kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat sekitar yang mempunyai interaksi dengan kegiatan PT. Gema Nusantara Jaya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tujuan pemberdayaan seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Kehutanan RI No. P.39/Menhut-II/2013, tentang Pemberdayaan Masyarakat Setempat Melalui Kemitraan Kehutanan, adalah terwujudnya masyarakat setempat untuk mendapatkan manfaat secara langsung, melalui penguatan kapasitas dan pemberian akses, ikut serta dalam mewujudkan pengelolaan hutan lestari, dan secara bertahap dapat berkembang menjadi pelaku ekonomi yang tangguh, mandiri, bertanggung jawab dan profesional.

Kemitraan Kehutanan adalah kerjasama antara masyarakat setempat dengan Pemegang Izin Pemanfaatan Hutan atau Pengelola Hutan, Pemegang Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan, dan atau Kesatuan Pengelolaan Hutan dalam pengembangan kapasitas dan pemberian akses, dengan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.
Pada tabel berikut disajikan tahapan dalam pembuatan rencana pemberdayaan masyarakat desa hutan dengan contoh program secara umum :

Tabel 3 18.   Rencana Pemberdayaan Masyarakat Desa Sekitar Areal IUPHHK-HTI PT. Gema Nusantara Jaya
Jenis KegiatanSatuanTahun Kegiatan
2013201420152016201720182019202020212022
1. Pertanian Menetap

a. Wana tani; penyiapan lahan tanaman kehidupan

Ha----8041.0077739151.014892
b. Pengadaan Benih/BibitPaket----444444
c. Sarana-prasarana Produsi PertanianPaket----444444
2, Perekonomian Masyarakat
a. Ketenagakerjaan (Diklat, Rekruitmen)Paket-111111111
b. Industri Perkecamatanan (Pembinaan)Paket-111111111
c. Pemasaran Hasil Produksi MasyarakatPaket-111111111
3. SaranaPrasarana Umum
a. Fasilitas Umum - Fasilitas Sosial--Rumah IbadahLapanga Olah RagaPeralatan Olah RagaTaman UmumPeralatan Olah RagaPeralatan Olah RagaPeralatan Olah RagaPeralatan Olah RagaPeralatan Olah Raga
b. Sarana Prasarana Pendidikan---TKSDBea SiswaBea SiswaBea SiswaBea SiswaBea SiswaBea Siswa
c. Sarana Prasarana Kesehatan-Obat-obatanObat-obatanObat-obatanObat-obatanObat-obatanObat-obatanObat-obatanObat-obatanObat-obatanObat-obatan
4. Sosial Budaya
a. Sarana Prasarana Sosial Budaya--Balai AdatPembinaan Sosial Budaya, kesenian dan adat istiadat masyarakat setempat
b. Sanitasi MasyarakatPaket-555555555
5. Kelembagaan Masyarakat
a. Lembaga Adat-Bimbingan penyuluhan dan bantuan sarana prasarana kelembagaan masyarkat
b. Koperasi MasyarakatPaket-555555555

Pemberdayaan masyarakat setempat melalui Kemitraan Kehutanan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. KESEPAKATAN, dimana semua masukan, proses dan keluaran Kemitraan Kehutanan dibangun berdasarkan kesepakatan antara para pihak dan bersifat mengikat.
  2. KESETARAAN, dimana para pihak yang bermitra mempunyai kedudukan hukum yang sama dalam pengambilan keputusan.
  3. SALING MENGUNTUNGKAN, dimana para pihak yang bermitra berupaya untuk mengembangkan usaha yang tidak menimbulkan kerugian.
  4. LOKAL SPESIFIK, dimana Kemitraan Kehutanan dibangun dan dikembangkan dengan memperhatikan budaya dan karakteristik masyarakat setempat, termasuk menghormati hak-hak tradisional masyarakat adat.
  5. KEPERCAYAAN, dimana Kemitraan Kehutanan dibangun berdasarkan rasa saling percaya antar para pihak.
  6. TRANSPARANSI, dimana masukan, proses dan keluaran pelaksanaan Kemitraan Kehutanan dijalankan secara terbuka oleh para pihak, dengan tetap menghormati kepentingan masing-masing pihak.
  7. PARTISIPASI, dimana pelibatan para pihak secara aktif, sehingga setiap keputusan yang diambil memiliki legitimasi yang kuat.