RKUPHHK HA - PT Gema Hutani Lestari

Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (RKUPHHK-HA) Berbasis IHMB Periode Tahun 2012 s/d 2021 a/n PT Gema Hutani Lestari telah disetujui dan disyahkan Menteri Kehutanan RI berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.SK.173/VI-BUHA/2011 tanggal 27 Desember 2011.

RKUPHHK-HA Berbasis IHMB Periode Tahun 2012 s/d 2021 tersebut direvisi berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.18/BUHA-2/2013 tanggal 29 April 2013 tentang Persetujuan Revisi/Perubahan Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam Pada Hutan Produksi Berbasis Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB) Periode Tahun 2014 - 2023 an. PT Gema Hutani Lestari.

Berikut sasaran Revisi Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan hasil Hutan kayu pada Hutan Alam (RKUPHHK-HA) PT Gema Hutani Lestari selama Jangka Waktu 10 (Sepuluh) Tahun Periode Tahun 2014 s/d 2023.

No. Kegiatan Sasaran Keterangan
A Tata Batas dan Zonasi Areal
1 Tata Batas Areal Kerja & Pemetaan. Terselesaikannya kegiatan penataan batas areal kerja dan pemetaan dengan volume pekerjaan sebagai berikut :
  • Total panjang batas : 702,0 Km
  • Realisasi tata batas : 702,0 Km
  • Rencana pemeliharaan batas areal kerja : 702,0 Km.
  • Sosialisasi rencana pemeliharaan batas melalui koordinasi dengan Pemda, Ditjen Planologi Kehutanan/BPKH dan masyarakat setempat.
  • Berdasarkan peta realisasi tata batas yg telah dilaksanakan.
2 Zonasi/Pembagian Areal Kerja

Tertatanya seluruh areal kerja seluas +/- 148.450 ha kedalam zonasi areal kerja yg terdiri atas :

  • Areal efektif untuk produksi hutan alam dengan rencana penerapan sistem silvikultur TPTI seluas 78.381 ha
  • Areal efektif non hutan dengan rencana penerapan siste silvikultur THPB seluas 35.300 ha.
  • Kawasan Lindung seluas 31.781 ha.
  • Areal tidak efektif seluas 2.988 ha.
Zonasi hutan dilakukan derdasarkan kondisi biofisik dan lingkungan sosial areal kerja antara lain fungsi hutan, penutupan vegetasi, sediaan tegakan, kelerengan, jenis tanah, iklim, hidrologi dan kondisi sosial masyarakat di aekitar areal kerja
B Sistem Silvikultur

Terlaksananya multi sistem silvikultur dalam pengelolaan hutan yg terdiri atas :

  • sistem silvikultur TPTI pada seluruh areal efektif hutan alam
  • sistem THPB pada areal efektif non hutan.
Berpedoman pada Permenhut Nomor : P.11/Menhut-II/2009 dan Perdirjen Bina Produksi Kehutanan No. P.9/Vi-BPHA/2009.
1. Sistem Silvikultur TPTI (dilaksanakan pada areal berhutan)
a Penataan Areal Kerja
Tertatanya areal kerja sesuai rencana PAK 2014-2023 seluas 28.975 ha terdiri atas :
  • Bagian Hutan Buru Utara - Barat seluas 14.570 ha.
  • Bagian Hutan Buru Selatan - Barat seluas 14.094 ha.
Pembagian areal efektif Blok RKT dan petak-petak tebangan.
c Inventarisasi Tegakan Terlaksananya kegiatan ITSP tahun 2014 - 2023 seluas 26.480 ha terdiri atas :
  • Bagian Hutan Buru Utara - Barat seluas 13.584 ha.
  • Bagian Hutan Buru Selatan - Barat seluas 12.660 ha.
ITSP dilakukan denganIntensitas Sampling (IS) 100%.
Terlaksananya kegiatan IHMB tahap 2 pada tahun 2020 di seluruh areal IUPHHK untuk mengetahui sediaan tegakan hutan (standing stock) secara periodik sebagai dasar dalam penyusunan dokumen RKUPHHK guna mewujudkan pengelolaan hutan lestari. Pelaksanaan IHMB berpedoman kepada Permenhut No.P.33/Menhut-II/2009 Jo P.5/Menhut-II/2011.
d Pembukaan Wilayah Hutan (PWH)
Terlaksananya kegiatan PWH pada areal rencana blok tebangan RKT 2014-2023 seluas 23.690 ha, dengan rencana pembuatan, perbaikan dan pemeliharaan jalan angkutan kayu sbb :
  • Bagian Hutan Buru Utara - Barat sepanjang 221,09 Km dengan rincian (i) jalan utama sepanjang 55, 27 K dan (ii) jalan cabang sepanjang 165,82 Km.
  • Bagian Hutan Buru Selatan - Barat sepanjang 209,60 Km dengan rincian (i) jalan utama sepanjang 52,40 Km dan (ii) jalan cabang sepanjang 157,20 Km.
  • Jalan Utama lebar 12 m dan jalan cabang lebar 8 m.
  • Sebagian jalan angkutan telah tersedia namun perlu perbaikan dan pemeliharaan.
3 Penebangan
Terlaksananya kegiatan penebangan Sistem TPTI Tahun 2014 - 2023 seluas  23.690 ha dengan volume sebesar 1.265.193 m3 dengan rincian :
  • Bagian Hutan Buru Utara - Barat : (i) Luas : 12.161 ha (ii) volume : 609.292 m3.
  • Bagian Hutan Buru Selatan - Barat : (i) Luas : 11.529 ha (ii) volume : 609.292 m3.
Pembalakan dilakukan secara mekanis dengan teknik pembalakan ramah lingkungan (RIL).
4 Pembinaan Hutan
Terlaksananya kegiatan pembinaan hutan sistem silvikultur TPTI Tahun 2014 -2023 dengan rincian sbb :
  • Pengadaan bibit : 1.615.642 btg
  • Pengayaan/Rehab : 2.428,2 ha
  • Kanan - Kiri Jalan : 400 ha
  • Pemeliharaan I : 2.428,2 ha
  • Pemeliharaan II : 2.446,3 ha
  • Pemeliharaan III : 2.383,1 ha
  • Pembebasan I : 2.767 ha
  • Pembebasan II : 3.752 ha
  • Pembebasan III : 3.510 ha
  • Penanaman pengayaan/rehabilitasi didasarkan pada hasil identifikasi kerusakan tegakan pasca pemanenan.
  • Bibit dibuat di Persemaian.
  • Jenis bibit untuk pengayaan dari jenis komersial unggul.
  • Pembebasan hanya dilakukan pada kawasan hutan tetap (HP) dan HPK.
2 Sistem Silvikultur THPB pada Areal Non Hutan
a Penataan Areal Kerja Terlaksananya kegiatan Penataan Areal Kerja (PAK) sistem THPB pada Areal Non Hutan Tahun 2014 - 2023 seluas 44.556,1 ha.
  • Pembagian areal efektif non hutan ke dalam blok dan petak penanaman.
  • Setiap blok RKT THPB dilakukan pengaturan dengan komposisi (i) 70% luas blok untuk tanaman daur pendek, dan (ii) 30% untuk tanaman daur panjang.
b Risalah Hutan Terlaksananya kegitan risalah hutan pada sistem THPB Tahun 2014 - 2023 seluas 9.256,1 ha.
  • Risalah hutan dlaksanakan 1 tahun sebelum pemanenan.
  • Dilakukan pada blok tanaman daur pendek yg telah berumur 7 tahun.
c Pembukaan Wilayah Hutan

Terlaksananya pembuatan dan pemeliharaan jalan angkutan pada sistem THPB tahun 2014 - 2023 dengan rincian sebagai berikut :

  • Jalan Utama : 160,44 Km
  • Jalan Cabang : 481,32 Km
Jalan utama lebar 12 m dan jalan cabang 8 m.
d Pengadaan Bibit

Terlaksananya kegiatan pengadaan bibit untuk penanaman sistem THPB tahun 2014 s/d 2023 sebanyak 44.769.662 btg, terdiri atas :

  • Jenis daur pendek : 38.784.302 btg
  • Jenis daur panjang : 5.985.360 btg
  • Jenis daur pendek (fast growing species) antara lain Jabon, Nyawai, Jati Unggul, dll.
  • Jenis daur panjang unggulan lokal terutama jenis-jenis dari kelompok meranti.
e Penyiapan Lahan Terlaksananya kegiatan penyipan lahan untuk penanaman sistem THPB tahun 2014 s/d 2023 seluas 41.565 ha. Penyiapan lahan berupa pembersihan dan pembuatan jalur tanam.
f Penanaman

Terlaksananya kegiatan penanaman untuk sistem THPB tahun 2014 - 2023 seluas 41.565 ha, terdiri atas :

  • Tanaman daur pendek : 29.095, 5 ha
  • Tanaan daur panjang : 12.469,5 ha
  • Penanaman dilakukan dengan sistem jalur.
  • Jarak tanam untuk daur pendek 3 m x 3 m.
  • jarak tanaman unggulan lokal daur panjang 10 m x 2,5 m.
g Pemeliharaan tanamann

Terlaksananya kegiatan pemeliharaan tanaman sistem THPB tahun 2014 - 2023 dengan rincian sebagai berikut :

  • Pemeliharaan I : 38.391 ha
  • Pemeliharaan II : 35.300 ha
  • Pemeliharaan III : 22.109 ha
  • Pemeliharaan berupa penyulaman, pemupukan, pendangiran, pemberantasan hama dan penyakit.
  • Penjarangan dilakukan pada saat umur tanaman 5 tahun.
h Pemanenan Terlaksananya kegiatan pemanenan sistem THPB tahun 2014 - 2023 pada tanaman yg telah mencapai umur daur seluas 6.265 ha.  Volume tebangan belum dapat diprediksi. Pemanenan dilaksanakan pada saat tanaman mencapai umur daur, yakni 8 tahun untuk jenis tanaman daur pendek.
C Penjualan dan penggunaan hasil hutan.

Penjualan kayu hasil produksi sistem TPTI sesuai RKT yg disahkan, dengan rencana penjualan tahun 2014 - 2023 sebanyak 1.265.193 m3 dengan rincian sbb :

  • Untuk industri : 1.201.933 m3
  • Pasokan lokal : 63.260 m3.
Pemasaran hasil hutan kayu ke industri pengolahan kayu hilir di dalam negeri (group dan non group, serta pasokan lokal.
D Organisasi dan Ketenagakerjaan
  • Mendayagunakan tenaga kerja yang ada seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan.
  • Menambah tenaga kerja yang masih kurang sehingga jumlahnya mencukupi kebutuhan organisasi baik di Kantor Pusat, Cabang maupun di lapangan.
  • Memenuhi kekurangan tenaga berkualitas GANIS PHPL sesuai standar yg telah ditetapkan.
  • Melaksanakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
  • Pendidikan dan pelatihan GANIS PHPL, CoC, Reduced Impact Logging, pemetaan partisipatif, pengembangan masyarakat (community development), pengelolaan dan pemantauan lingkungan.
  • Melakukan perekrutan tenaga kerja baru yg memenuhi kualifikasi.
  • Mengirimkan SDM ke pelatihan yang diselenggarakan instansi yang terkait.
  • Melakukan in house training.
E Perlindungan dan Pengamanan Hutan Pengamanan dan perlindungan hutan dari gangguan pencurian kayu, perambahan hutan, kebakaran hutan dan perburuan satwa dilindungi pada seluruh areal IUPHHK PT Gema Hutani LEstari seluas +/- 148.450 ha.
  • Dibentuk organisasi pengamanan dan perlindungan hutan.
  • Bekerjasama dengan masyarakat dalam menangani gangguan hutan.
F Kelola Sosial
  • Lokasi desa Wamlana, Waspait, Waemangit dan desa-desa terdekat dengan areal kerja.
  • Prioritas kegiatan : tata batas dengan lahan masyarakat, pengembangan kesepakatan, kerjasama kemitraan, penerimaan tenaga kerja lokal, pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan pendidikan, kesehatan dan lain-2 berdasarkan aspirasi masyarakat.
  • Dilakukan melalui proses partisipatif.
  • Pengelolaan sosial dilakukan dalam rangka mewujudkan PHPL.
G Penelitian dan Pengembangan
  • Penelitaian Riap PUP
  • Penelitian silvikultur intensif
  • Penelitian kemitraan dengan masyarakat
  • Penelitian faktor eksploitasi
  • Eksplorasi jenis kayu yang saat ini belum termasuk jenis niagawi
  • Litbang diprioritaskan pada kepentingan aplikatif bagi pengembangan hutan alam produksi lestari, baik dari aspek produksi, ekologi dan sosial.
  • Bekerjasama dengan instansi terkait dan institusi yang kompeten.
H Pengadaan Sarana dan Prasarana Pemeliharaan base Camp, Camp Produksi, Perumahan Karyawan, Sarana Pendidikan, Tempat Ibadah, Klinik Kesehatan, sarana prasarana angkutan, dll.
  • Perawatan dan pemeliharaan sarana dan pra sarana.
  • Pengadaan sarana baru untuk mengganti yang rusak.
I Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Berdasarkan Dokumen RKL dan RPL serta hasil Kajian High Conservation Value Assessment PT Gema Hutani Lestari.
  • Konservasi tanah dan air
  • Konservasi flora dan fauna langka
  • Pembinaan kawasan lindung
  • Pembinaan tanaman unggulan setempat
  • Pengelolaan dan pemantauan lingkungan berdasarkan dokumen RKL-RPL dan HCV Assessment.
  • Pelaporan hasil pengelolaan dan pemantauan lingkungan ke instansi terkait.
J Sertifikasi PHPL Tercapainya PHPL di unit manajemen PT Gema Hutani Lestari yang dibuktikan dengan diperolehnya sertifikat PHPL atau VLK mandatory dan sertifikat PHPL/SFM yang bersifat voluntary dari lembaga sertifikasi yang kredibel. Pencapain sertifikasi PHAPL/SFM dilaksanakan dengan memenuhi prinsip-prinsip, kriteria dan indikator PHAPL baik skema mandatory maupun voluntary.
K Pendapatan dan pengeluaran

Tercapainya proyeksi pendapatan dan pengeluaran tahun 2014-223 :

  • Penjualan kayu
  • Investasi dan biaya operasional