Pemanenan RIL - PT Gema Hutani Lestari

S2500003.JPG

S2500003.JPG

Pemanenan RIL - ramah lingkungan - merupakan salah satu strategi pengelolaan dan pemanfaatan hutan sekaligus merupakan sasaran dalam penerapan metode penebangan RKUPHHK-HA periode 2012 s/d 2021 yang berbasis IHMB di IUPHHK-HA PT Gema Hutani Lestari.

Mengingat pentingnya penerapan pemanenan yang ramah lingkungan karena merupakan Standar Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Lestari baik Skema Mandatory Departemen Kehutanan maupun Voluntary (FSC®) khususnya : Indikator 2.4 yaitu ketersediaan dan penerapan teknologi tepat guna untuk menjalankan PHPL, Indikator 5.3 (FSC®) yaitu pengelolaan hutan harus meminimalkan limbah yang diakibatkan oleh kegiatan penebangan dan

kegiatan pengolahan di lokasi dan menghindari kerusakan terhadap sumberdaya hutan lainnya, Indikator 6.5a (FSC) yaitu pedoman tertulis harus disiapkan dan diterapkan untuk mengendalikan erosi, meminimalisir kerusakan selama pembuatan jalan, dan seluruh kegiatan mekanis lainnya, Indikator 6.5b (FSC) yaitu pedoman tertulis harus disiapkan untuk melindungi sumberdaya air, maka pada Januari 2005, PT Gema Hutani Lestari menandatangani kerjasama dengan Tropical Forest Foundation (TFF) untuk membantu memberikan pelatihan Reduced Impact Logging (RIL) di IUPHHK-HA PT Gema Hutani Lestari.

Pembuatan Peta Kontur dan Posisi Pohon

TFF melaksanakan kegiatan pelatihan pertama tentang peta kontur serta posisi pohon pada bulan Juni 2005.  Gabungan antara pelatihan di dalam kelas dan di lapangan dilakukan di camp produksi PT Gema Hutani Lestari dan di dalam blok penebangan yang ditujukan untuk pemanenan tahun 2005, namun masih berada di dalam sistem jaringan jalan yang sudah dibangun.

Sebagaim usaha pertama dalam pembuatan peta kontur dan posisi pohon, hasil pelatihan yang dilakukan blok demo memberi hasil yang lumayan baik.  Kru inventarisasi PT Gema Hutani Lestari cepat sekali memahami persyaratan yang dibutuhkan dalam prosedur survey dan berhasil menyelesaikan peta kontur dan posisi pohon yang akurat yang dapat menjadi dasar masukan dalam pelatihan kedua.

Perencanaan, Pelatihan Operasional dan Demonstrasi

Sesi pelatihan kedua berlangsung bulan September 2005 dan difokuskan pada perencanaan RIL dan kegiatan operasional di dalam blok penebangan yang dipetakan sebagai hasil dari pelatihan pertama.

Pelatihan operasional dan peragaannya diawali dengan latihan di dalam kelas mengenai pertimbangan perencanaan, standar operasional dan lingkungan, dan pemanfaatan praktis dari peta operasional.  Rencana pembuatan jalan sarad disiapkan untuk seluruh blok peragaan.  Ini mencakup pembatasan areal yang sangat curam yang tidak disertakan dalam kegiatan pembalakan.

Evaluasi Setelah Pemanenan

Pelatihan ketiga dilakukan pada bulan Desember 2005 setelah pembalakan di blok percobaan RIL selesai dilakukan.  Kolaborasi ini merupakan kombinasi dari kegiatan pelatihan, evaluasi setelah pemanenan serta riset operasional yang berhubungan dengan deaktivasi, asesment kerusakan pada lapisan tanah, asesmen limbah pembalakan yang dapat dihindari serta masalah-masalah lain yang berkaitan dengan pemantauan dan evaluasi.